Pasar Pagi Segera Ditempati


GROBOGAN – Setelah dilakukan pembagian kios dan los pasar pagi Purwodadi beberapa waktu yang lalu, Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dalam waktu dekat akan segera diresmikan. Hal itu ditegaskan Kabid Pasar Daerah  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Nani rachmaniarti saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis(19/1).“Peresmian akan dilakukan langsung oleh ibu bupati, Sri Sumarni,” katanya.
Soal relokasi, akan dilakukan setelah proses peresmian yang akan dilakukan tanggal 4 Februari. Secara serempak para pedagang akan direlokasi dari tempat lama ke lokasi pasar baru di jalan Gajah Mada.
Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.“Untuk pembagian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kios, los kering maupun basahan sudah rampung,” jelas Nani.
Relokasi karena Tak Layak
Pembangunan Pasar Pagi tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lahan bekas Stasiun Kereta Api di jalan A Yani Purwodadi. Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 
Sementara itu, dari pantauan di lapangan, pelaksanaan pengundian tempat bagi 400-an pedagang berjalan lancar dan lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Pelaksanaan undian kali ini dilakukan di dalam pintu masuk pasar. Ada empat meja yang disediakan untuk mengundi tempat jualan sehingga pelaksanaan jadi lebih cepat.
Ditambahkan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” imbuh Nani.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel