Bupati Minta BPK Audit Pengerjaan Alun-alun


PURWODADI – Kekecewaan warga terhadap hasil revitalisasi alun-alun memang sewajarnya. Dana 10,3 M yang digelontorkan untuk membangun salah satu ikon Kota  Puwodadi tidak sesuai yang diimpikan. Hal ini mengakibatkan  sorotan publik terkait hasil dari revitalisasi alun - alun Purwodadi semakin gencar.  Mendengar hal ini,  Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni, SH, MM meminta dengan tegas agar BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) mengaudit pekerjaan tersebut."Memang banyak yang kecewa dengan hasilnya. Kami sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hasil revitalisasi alun-alun Purwodadi, untuk itu kami meminta BPK untuk segera turun melakukan audit pekerjaan tersebut," terangnya.

Sri  Sumarni sempat murka terkait banyaknya pohon palem yang mati saat acara peresmian alun-alun Purwodadi. Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa revitalisasi alun - alun Purwodadi tersebut sempat mundur tertunda dua tahun lamanya, yakni sejak di programkan dari tahun 2014 namun DEDnya (Detail Enginering Design) di nilai tidak sesuai sehingga revitalisasi alun - alun di tunda, lalu pada tahun 2015 juga di anggarkan tapi lagi - lagi DED nya tidak pas,  baru di tahun 2016 kemarin bisa terlaksana. "Revitalisasi alun - alun Purwodadi baru bisa di laksanakan pada anggaran 2016 kemarin. Itu pun pengerjaannya sempat mundur beberapa saat ," terang Bupati.

Sri Sumarni menambahkan, di masa pemerintahannya  ini pihaknya akan berusaha lebih transparan, termasuk juga terkait revitalisasi alun - alun Purwodadi yang menjadi trending topic karena pengerjaannya.  Menurutnya tranparasi birokrasi sangat dibutuhkan untuk kemajuan Kabupaten Grobogan. “Kami welcome dengan siapa yang memberi kritik maupun saran, selama itu untuk membangun Grobogan yang positif,” pungkasnya.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel