Datang Terlambat, Calon Polisi Dihukum Push Up


GROBOGAN- Kendati masih menjalani seleksi, kedisiplinan sudah diterapkan Jajaran Kepolisian Polres Grobogan kepada 422 pemuda dan pemudi pendaftar seleksi Polri dan polisi wanita (Polwan) tahun angkatan 2017. Karenanya, saat terlambat dalam acara penandatanganan fakta integritas, Senin (17/4), calon polisi harus menerima hukuman push up hingga 30 kali.

Hukuman fisik untuk meningkatkan kedisiplinan dan mental calon prajuri, ditimpakan kepada empat calon polisi di aula Mapolres Grobogan, Jalan Gajahmada, Purwodadi. Pendaftaran calon polisi baik diikuti sebanyak 424 calon polisi. Namun, pendaftar dan orang tua yang hadir dalam penandatanganan fakta integritas hanya 422 orang. Dimana, dua pendaftar Calon Polisi tahun 2017 mundur.

Dari data di panitia seleksi tingkat Polres Grobogan, dari lima kelompok calon polisi, 8 remaja mendaftar Akademi Kepolisian (Akpol), 334 remaja mendaftar Bintara PTU (Polisi Tugas Umum dan Polwan) dan Bintara Teknologi Informasi (TI) sebanyak 34, Bintara Musik kosong dan Tamtama 48 pedaftar.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano SIK, menjelaskan, pendaftaran polisi baik jalur Akademi Polisi (Akpol), Bintara mapun tamtama, diikuti sebnayak 424 putra dan putri asli Kabupaten Grobogan.
“Dari 424 pendaftar, yang tidak hadir dua orang. Jadi pendaftar yang melanjutkan ada 422 calon polisi.  Sementara tidak Bintara, musik. Mungkin karena peminatnya tidak ada,” ungkap Kapolres.
Terkait keberadaan seleksi khusus bagi bintara dengan kammpuan bermain musik, merupakan penyaluran kemampuan calon Bintara dengan kemampuan khusus. “Biasanya jika punya keahlian yang diperlukan sesuai dengan kemampuan, itu dapat menunjang dalam seleksi masuk Polri,” ungkapnya.

Dalam seleksi Polri, Polres Grobogan akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten kemungkinan dilakukannya penghantaran calon polisi ke untuk melakukan seleksi di Mapolda. “Kita akan koordinasi dengan Pemda. Namun, ada juga sebagian orang tua karena rasa sayangnya memilih menghantarkan sendiri anaknya dalam melakukan seleksi Polri,” imbuh Kapolres yang berpesan jika ada yang telepon, meminta tranfer uang dengan nominal tertentu terkait kelulusan anaknya dalam seleksi kepolisian perlu dipwaspadai. “Konfirmasi ke panitia terkait kebenaran informasi tersebut,” ungkap Kapolres di depan ratusan orang tua calon pendaftar.

Kapolres menambahkan, dalam seleksi polri 2017, diharapkan tidak ada anggota Kepolisian di Mapolres Grobogan yang mencari keuntungan pribadi. “Kami sudah berkomitmen mengikuti intruksi dari pimpinan bahwa tidak ada personil kami yang bermain-main menjadi calo atau bermain ‘di atas kuda’ atau memanfaatkan situasi dan kondisi selama penerimaan polri,” tegasnya.(lek)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel