Penolak Semen di Grobogan Makin Eksis




GROBOGAN – Gelombang penolakan adanya pabrik semen di Pegunungan Kendeng, semakin menunjukkan konsistensinya. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Purwodadi untuk Perjuangan Petani Kendeng lakukan aksi pengggalangan dana untuk   melakukan aksi berikutnya.
Dengan bermain musik yang berisi kepedulian terhadap lingkungan dan penolakan terhadap pabrik semen, puluhan pemuda ini membuka aksinya di area timur alun-alun Purwodadi,kemarin. Puluhan tulisan penolakan terhadap keberadaan pabrik semen yang akan merusak pegunungan Kendeng utara yang berada di  4 kabupaten, yakni Rembang, Pati, Blora dan Grobogan. “Selain penampilan musik, kita juga mengadaka sablon kaos dan penjualan kaos penolakan terhadap  keberadaan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara. Walaupun saat ini pabrik semen berada di Rembang, namun potensi kerusakan alam akan berimbas juga di Kabupaten Grobogan,” jelas Davis, koordinator aksi.

Dengan aksi penolakan pabrik semen, mereka berharap agar Pemerintah segera merespon, bahwa pabrik semen harus segera dihentikan.  “Keberadaan pabrik semen di Kendeng utara khususnya, dan di Jawa tengah umumnya sudah tidak layak. Seharusnya industri yang bersinggungan dengan petani lah yang lebih dikembangkan,” jelas Davis.

Juga Tolak Pabrik Semen di Grobogan
Deni Yuliyantini, Kartini Kendeng asal Grobogan yang kakinya pernah disemen di depan Istana Kepresidenan ikut hadir dalam penggalangan dana tersebut. Saat dimintai keterangan tentang  adanya pendirian pabrik di wilayah Kabupaten Grobogan, yakni Semen Grobogan di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, dia sangat menyayangkan jika pabrik tersebut benar-benar berdiri. “Pabrik semen hanya mempekerjakan beberapa orang saja, cenderung padat modal, bukan padat karya. Terus nasib petani akan seperti apa,” keluhnya.

Dari informasi yang didapat, rencana pendirian pabrik Semen Grobogan itu sudah dimulai cukup lama. Yakni, diawali dengan serangkaian penelitian lapangan di kawasan tersebut sejak tahun 1992 lalu.Setelah itu dilanjutkan, dengan proses pembelian lahan warga dan pengurusan perizinan yang butuh waktu selama beberapa tahun. Meski akhirnya bisa mengantongi izin, namun realisasi pembangunan pabrik belum kunjung dilaksanakan.

Pabrik semen tersebut memiliki beberapa blok penambangan batu gamping Maskumambang seluas 41.36 hektare, Blok Watudukun dengan luas 199.30 hektare, dan Blok Candrageni seluas 650 hektare. Sedangkan lokasi yang digunakan untuk pabrik luasnya sekitar 54 hektar.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel