Harga Bawang Putih Semakin Melejit




GROBOGAN – Harga bawang putih yang melambung tinggi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Grobogan membuat omset sejumlah pedagang menurun. Kenaikan harga ini diduga diakibatkan karena gagal panen di negeri asalnya, yakni China.
Ada dua jenis bawang putih yang saat ini berada di pasaran, yakni jenis Cutting dan bawang putih biasa. Keduanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni dari harga semula sekitar 20 ribuan saat ini untuk jenis cutting naik menjadi 53 ribu dan jenis biasa saat ini menjadi 42 ribu Rupiah. “Kenaikan sudah berlangsung sekitar  tiga Minggu ini. Saat ini belum ada tanda-tanda penurunan,” ujar Vila, salah seorang pedagang bumbu di pasar tradisional Purwodadi.
Vila menambahkan, dengan adanya kenaikan harga komuditi ini, omset jualannya pun menurun sekitar 30 persen. “Kita sebagai pedagang hanya bisa mengikuti saja dari sananya. Dengan naiknya harga tersebut otomatis daya beli juga menurun,” keluhnya.
Hartono, pedagang bumbu yang lain,mengungkapkan jika saat ini dirinya tidak berani menyetok karena takut rugi jika tiba-tiba harga komuditi tersebut anjlok. “Memang kemarin sempat mendapatkan untung lumayan saat harga melonjak. Namun saat ini saya takut untuk stok barang karena biasanya harga bisa sewaktu-waktu turun,” tuturnya.
Wiwik, salah seorang pembeli mengaku  jika saat ini  dirinya harus mengurangi jumlah belanja karena harga bawang putih yang kian melonjak. “Biasanya saya belanja sekilo sampai 2 kilogram, namun saat ini saya hanya belanja seperempat Kilogram saja,” akunya.
Para pedagang berharap agar harga bawang putih kembali normal seperti sedia kala. Sedangkan harga komuditi yang lain tidak mengalami kenaikan. Seperti harga  cabe merah kriting 22 ribu, cabai hijau 11 ribu, cabai rawit 28 ribu, cabai rawit merah 53 ribu, bawang merah kualitas bagus 18 ribu. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel