Orang tua TKI Diamputasi Sudah di Taiwan



GROBOGAN -  Keluarga korban TKI asal Grobogan, Zudi Prasetyo  yang mengalami kecelakaan kerja di Taiwan yang kaki kanannya harus diamputasi akhirnya sudah sampai di Taiwan, Jumat(12/5) waktu setempat. Dengan difasilitasi PT Diavi Man Power selaku pengirim TKI, bapak korban, Jayus, saat ini sudah berada di Taiwan untuk melihat kondisi kesehatan putra sulungnya.

Demikian diungkapkan Jayus saat dihubungi Grobogan Today melalui telpon genggamnya. Menurutnya, saat ini kondisi kesehatan putranya sudah banyak kemajuan. Zudi sudah mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang tuanya. “Alhamdulillah sudah banyak kemajuan. Sejak saya datang kesini, dia sudah banyak bicara dengan saya,” jelas jayus.

Jayus mengungkapkan, dirinya harus mengurus paspor dan visa untuk keberangkatannya ke Taiwan selama sebulan. “Sebenarnya sudah pengin banget menemui anak saya dan bisa memberikan semangat kepadanya. Namun karena prosedur pengurusan paspor dan visa membutuhkan waktu lama, saya harus bersabar,” tuturnya.


Jayus hanya bisa menemani anaknya di rumah sakit saat siang hari saja. Pihak rumah sakit sementara waktu tidak memperbolehkan dirinya menemani anaknya saat malam hari. “Kalau malam hari saya harus menginap di hotel yang disediakan PT Diavi,”tuturnya.

Jayus menambahkan, pihaknya belum mengetahui kapan dia bisa pulang bersama dengan anaknya. Namun saat ini dirinya sudah memegang tiket kepulangan tanggal 3 Juni. “Yang penting anak saya sembuh dulu,” tuturnya.

Diketahui, Zudhi Prasetyo mengalami kecelakaan kerja di pabrik ia bekerja hingga kedua kakinya patah terkena mesin pres dan salah satu kakinya harus diamputasi oleh pihak rumah sakit.


Menurut keterangan yang diperoleh Grobogan Today, Zudi yang bekerja di Pabrik Kertas Yo Fongyi Taiwan dan saat ini dirawat dirumah sakit Linkou Chang Gung Taoyuan Tai. Parahnya luka yang di derita Yudhi, dokterpun langsung mengamputasi salah satu kaki Yudhi karena kerusakan jaringan yang terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki. “Kedua kakinya patah. Sedangkan kaki kanannya harus diamputasi karena menurut dokter telah mengalami kerusakan jaringan cukup parah,” jelas orang tua korban.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel