Tahanan Polres Grobogan Mengaji di Bulan Suci


PURWODADI - Momen ramadan dimanfaatkan Polres Grobogan untuk membuka pintu taubat bagi para tahanan yang tersandung berbagai kasus kriminal.Selama ramadan, para tahanan diajari sholat, mengaji dan diberi siraman rohani. Kegiatan ini akan terus dilakukan saat bulan suci ramadhan.
Tidak seperti biasanya di bulan suci ramadhan tahun ini, para tahanan polres grobogan terlihat berkumpul di sudut ruangan. Mereka mengenakan kopyah dan sarung sambil memegang Al quran. Ruang tahanan yang biasanya sunyi, menjadi ramai dengan lantunan ayat-ayat suci alquran.  Sebanyak 20 tahanan Polres Grobogan diberi pelajaran mengaji. “Tahap awal, mereka diajak menyimak ayat-ayat alquran, karena banyak yang belum fasih membaca alquran,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Satria Riskiano.
Kapolres menambahkan, selain itu, para tahanan mendapat pelajaran baca tulis Al quran pada malam hari, usai sholat tarawih berjamaah. Mereka juga diajari tata cara sholat, supaya mereka bisa lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. “Setiap pagi, para tahanan juga diberi siraman rohani. Dalam hal ini Polres Grobogan mendatangkan  ustadz  untuk memberikan tausiah selama ramadan, para tahanan mendapat pelajaran agama dalam porsi lebih besar,” jelasnya.
Kegiatan ini bertujuan agar para tahanan bisa benar-benar bertobat setelah bebas dari tahanan. ramadan merupakan momen yang tepat. “Di saat para tahanan menjalankan ibadah puasa, mereka digembleng secara agama supaya hatinya tersentuh sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya. kegiatan positif ini akan di lakukan setiap hari dibulan suci ramadhan,” pungkas Kapolres.
Tambahan jam pelajaran agama bagi para tahanan selama bulan ramadan ini disebut sebagai program taubat.“Yang kita tindak kejahatannya, bukan orangnya sehingga kita perlu memberikan bimbingan mental dan berharap kita semua, termasuk tahanan
menjadi insan yang bertakwa,” ucap Kapolres.
Jadi dengan adanya bekal keagamaan yang mereka peroleh di bulan Ramadhan ini, nantinya akan meningkatkan kesadaran tahanan itu sendiri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak akan mengulangi perbuatan melawan hukum.”Saya merasa lebih dekat dengan Allah. Semoga jika keluar nanti bisa berperilaku lebih baik lagi,” ujar Ahmad Zamroni, salah seorang tahanan. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel