Tugu Simpang Lima Purwodadi Penuh Coretan


PURWODADI – Tugu simpang lima Purwodadi yang merupakan salah satu ikon Kabupaten Grobogan kondisinya sangat memprihatinkan. Berada di ruang terbuka di jantung kota Purwodadi, namun bangunan yang merupakan tugu air milik PDAM ini kurang terawat. Selain banyak coretan, cat yang usang membuat tidak enak dipandang.
Dari pantauan Grobogan Today adi lapangan, didapat kondisi tugu yang diresmikan di tahun 80-an ini tidak pernah tersentuh perbaikan. Coretan-coretan di dinding tugu dan pagar sudah ada beberapa tahun yang lalu. “Saya lihat coretan-coretan ini sudah ada 2 tahun lebih. Namun tidak ada upaya untuk mengecatnya kembali. Padahal ini kan ikon Grobogan, siapa yang gak tahu tugu simpang,” tutur Fauzi, warga Wirosari yang kebetulan berteduh di rindangnya pohon sekitar simpang lima.
Ia menambahkan, pagar di sekitar tugu yang sudah keropos pun dibiarkan begitu saja. Bahkan ada beberapa pagar yang sudah hilang tidak pernah dilakukan pergantian. “Prihatin juga melihatnya. Apalagi patung gajah itu, sudah berlubang di perutnya,” tuturnya.
Menurut beberapa warga, kawasan simpang lima jika malam sudah tiba banyak sekali pasangan muda-mudi yang memadu kasih disini. Penerangan yang sangat minim membuat mereka leluasa bertindak mesum disini. “Risih juga melihatnya. Kadang siang hari juga mereka tidak punya malu. Apalagi jika malam tiba, bertambah banyak lagi,” tutur Suseno.
Ia berharap, kawasan yang merupakan ikon Kabupaten Grobogan ini lebih diperhatikan. Sehingga ikon ini bisa lebih membanggakan. “Paling tidak penerangan harus ditambah dan ada renovasi. Kalau bagus bisa jadi kebanggaan tersendiri jika ada pengunjung dari luar kota,” harapnya.
Meminta CSR Pertamina
Lilik Uniarto, Kasi Pemeliharaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan mengatakan, mempersiapkan RTH agar dalam pembangunannya bisa berjalan dengan baik diminta masukan dari semua pihak. “Kita buka forum terbuka untuk memberikan masukan guna mewujudkan pembangunan RTH. Masyarakat pun berhak mengusulkan,” jelasnya di ruang kerjanya.


Diharapkannya pembangunan RTH bisa berjalan dengan baik, tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat serta bisa mempercantik kota. “RTH taman kota Purwodadi  dapat menjadi areal publik dan dapat dijadikan masyarakat kabupaten Grobogan sebagai tempat rekreasi. Dengan pembangunan RTH yang lain diharapkan bisa merubah wajah kota ini," ujarnya.

Diungkapkannya, dengan membangunan RTH di kawasan simpang lima Purwodadi dapat berubah yang diibaratkan gadis sudah agak tua, meskipun wajah tidak bisa dirubah namun bisa diberikan dengan polesan sehingga masih tetap menarik dipandang mata.”Simpang lima Purwodadi merupakan salah satu ikon Purwodadi. Jika itu dipercantik maka akan bisa merubah wajah kota Purwodadi. Semoga pengajuan CSR Pertamina deal,” tuturnya.

Sementara itu pembangunan RTH di Bundaran Getasrejo ditargetkan tahun 2017 bisa terwujud. “Baik Simpang lima maupun bundaran Getasrejo memang baru tahap pembuatan DED. Makanya kita mengharapkan masukan dari masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto saat dimintai masukannya tentang pembangunan kawasan Simpang Lima Purwodadi menyatakan agar memasukkan unsur kedaerahan di pembangunan kawasan tersebut. “Misalnya Joko tarub atau Ki Ageng selo dijadikan ikon,” tuturnya.

Agus menambahkan, untuk melakukan penataan kota bisa menggandeng perusahaan yang ada di kabupaten Grobogan dengan dana CSR. “Sebaiknya dilakukan komunikasi dengan perusahaan. Untuk kawasan Simpang Lima diusulkan kepada pihak Pertamina,” pungkasnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel