Bakso Asal Grobogan Ini Kuasai Pasar


GROBOGAN- Berawal dari sekedar iseng, namun saat ini bakso telah mampu menembus pasar tradisional  hingga di Kabupaten Pati, Blora, Kudus dan Demak.Puji Handayani (40) produsen bakso asal ke Kelurahan Kuripan, kecamatan Purwodadi, Selasa(6/6) menjelaskan, setiap hari memproduksi hingga belasan kwital bakso untuk dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional."Kalau hari biasa kita memproduksi dibawah 1 ton, namun kalau ramadhan seperti ini 1 ton lebih. Bakso yang kami produksi merupakan bakso untuk sayur dengan market ibu-ibu yang hendak memasak sayur dengn campur pakso didalamnya," ungkap Puji Handayani disela mengawasi proses  pengepakan.

Produksi bakso, tambah yang diproduksi dirumah yang juga menjadi tempat tinggal Handayani dan tiga anaknya. "Bisanya, bakso langsung diambil pengepul untuk dibawa ke sejumlah pasar tradisional. Da yang di Grobogan, tapi da yang dari sukolilo Pati, Blora, Demak dan Kudus," urainya.

Bakso produksi Handayani, tidak saja dikenal karena rasa. Namun, teknik pengepakan yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga dilingkunganya, membuat kelezatan bakso Handayani lebih dikenal luas masyarakat. " Produksi bakso dari jam 12.00 sampai jam 17.00 bisa lebih dari 5 kwintal. Baru mulai jam 17.00 ibu-ibu dan remaja datang untuk mengepak," tambahnya."Pengepakan sengaja melibatkan ibu-ibu sekitar rumah, karena memang usaha ini sengaja biar ibu-ibu bisa kerja sambilan disore jam kerjanya hanya jam 16.00-20.00 dengan upah Rp 600 ribu per orang untuk kerja 4 jam sehari," ungkap Puji Handayani.

Usaha bakso sayur, ungkan Ahmad Khairodin suami Puji, menjadi peluang usaha yang mampu menjadi solusi penciptaan tenaga kerja berskala kecil. "Alhamdullilah, dampingi istri jual bkso, banyak remaja pria yang diajak kerja, ibu-ibu mengepak, dan belum lagi distributor dan pengecer di pasar tradisional," ungkapnya.

Dari pantauan Grobogan Today, ribuan gelinding bakso berbagai ukuran siap dikemas ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sambilan mengepak bakso di rumah Puji Handayani. Bakso dengan tiga ukuran kecil, sedang dan besar dikepak dengan berbagai ukuran di teras rumah,kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional. “Hanya usaha sampingan aja ini kok,” jelass Puji yang juga punya usaha produksi tempe dan kredit perkakas rumah tangga.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel