Cuti Kerja di Hongkong, TKW Asal Tulungagung Terjaring Razia


GROBOGAN - Pemilik kos-kosan dan ruko harus hati-hati menyewakan tempat kepada konsumen. Hal ini untuk membatasi ruang gerak jaringan terduga teroris para pelaku tindak kejahatan. Hal ini disampaikan Kasat Sabhara Polres Grobogan, AKP Lamsir kepada wartawan. “Mengontrakkan ruko dan rumah harus tahu siapa yang mengontrak. Harus ada lapor satu kali dua puluh empat jam ke RT setempat,” jelasnya usai memimpin razia ke sejumlah kosan di Kota Purwodadi, Rabu(1/6).

Dikatakannya, pemilik kosan dan ruko harus melakukan tatap muka dengan pengontrak. “Kita juga lakukan razia di kos-kosan dengan rutin. Tujuannya kan untuk itu,” lanjutnya.

Dalam razia di sejumlah kos-kosan di Kota Purwodadi, berhasil diamankan empat pasangan tidak resmi. Mereka tidak mampu menunjukkan surat kepada petugas. “Kalau mereka bisa menunjukkan surat bahwa mereka suami istri, pasti tidak kami bawa. Apalagi ini bulan ramadhan,” tambah AKP Lamsir.

Salah satu wanita yang tertangkap razia, SLH(43) diketahui  sebagai salah seorang TKW dari Tulung Agung, Jawa Timur. Ia mengaku baru pulang dari Hongkong sekitar seminggu yang lalu.  “Ini juga baru sekitar seminggu pulang, ketemu masnya,” akunya kepada wartawan.

Ia mengaku tinggal bersama pasangannya di sebuah kostan di Purwodadi. Kepulangannya ke tanah air hanya untuk mengurus surat-surat dan ingin kembali lagi ke Hongkong. “Ini juga belum pulang ke Tulung Agung. Dari Hongkong langsung kesini,” tuturnya.

Saat diinterogasi petugas, ia baru mengetahui jika pasangannya itu sudah memiliki istri. Pada hal sebelumnya, ia mengaku berstatus duda. “Saya mengenalnya lewat sosial media. Dia pernah  pinjam uang ke saya sebesar 5 juta rupaih, katanya mau dikembalikan,” akunya kepada petugas.

Menurut AKP Lamsir, kasus tersebut akan dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel