Diserang Ulat, Petani Bawang Merah di Penawangan Panen Dini


PENAWANGAN- Puluhan hektare lahan bawang merah di Kecamatan Penawangan diserang ulat dan terancam gagal panen. Bahkan, sejumlah petani panen dini untuk mengantisipasi rusaknya bawang merah. Dari pantauan  Grobogan Today  di salah satu lahan, sekitar 1000 meter persegi bawang merah tampak layu dan menguning. Beberapa ulat juga ditemukan di setiap batang daun bawang merah. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak sepuluh hari lalu, bahkan sejak bawang mulai tumbuh daun.
Slamet Widodo, salah satu petani bawang merah mengatakan, bawang merah yang ditanam mulai terserang ulat sejak pertama ditanam. Dia mengakui, peralihan musim ini tanaman bawang merah rawan terserang hama, seperti jamur dan ulat.“Sebetulnya saat ini buan musimnya tanam bawang. Tapi karena harga bawang juga sedang tinggi, coba tanam siapa tahu menguntungkan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hujan sempat turun deras dan tiba-tiba berganti panas. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi tanaman bawang yang sudah siap panen. Akibatnya, tanaman bawang merah menjadi inang kupu-kupu untuk bertelur.”Upaya yang bisa kita lakukan, selain disemprot dengan insektisida, kami juga menyiangi atau mencari ulatnya secara manual. Karena disemprot obat belum tentu ulatnya mati,” jelasnya.
Sementara itu, Ali Kusnanto, petani bawang merah Desa Karangpaing menambahkan, akibat hama ini hasil yang diperoleh juga mengalami penyusutan. Jika kondisi normal, bibit 1 kilogram mampu menghasilkan 15 kilogram, namun saat ini turun drastis. “Saat ini paling menghasilkan 5 sampai 6 kilogram saja,” ungkapnya.
Serangan hama tidak hanya memaksa petani harus bersusah payah mengatasinya. Petani juga harus panen lebih awal untuk mengamankan bawang merah mereka. Menurut Kusnanto, umur bawang merah siap panen 58-60 hari. “Sebenarnya masih kurang 10 hari lagi, namun terpaksa saya panen dini,” ungkapnya.
Panen dini ini dilakukan agar bawang merah tidak habis dimakan ulat. Bawang yang dipanen tersebut dipilah-pilah. Kusnanto mengungkapkan, biasanya lahan seluas 2 ribu meter persegi dengan biaya 15 juta mampu menghasilkan 30 juta kotor. Namun saat ini rata-rata hanya mendapatkan hasil 5-10 juta saja. “Itu belum dipotong dengan biaya,” ungkapnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel