Razia Premanisme Dilakukan Jelang Lebaran


PURWODADI- Operasi gabungan antara sat sabhara Polres Grobogan, Polsek Purwodadi dan  satpol pp menjaring delapan orang diduga preman dan dua gepeng, Sabtu(17/6) malam. Untuk kepentingan lebih lanjut, kesepuluh orang tersebut dibawa ke mapolsek Purwodadi untuk dilakukan pembinaan dan pendataan.

Menurut Kasat Sabhara Polres Grobogan, AKP Lamsir, operasi premanisme dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat di tempat-tempat umum dan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan dan gangguan kamtibmas lainya.Terlebih, menjelang lebaran pihak kepolisian terus mengintensifkan upaya penertiban guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Kita ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, makannya selama bulan ramadhan terlebih menjelang ramadhan kita intensif melakukan operasi, baik itu penyakit masyarakat (pekat) maupun premanisme,” katanya.

Mereka yang terjaring operasi, lanjutnya akan diserahkan kembali kepada keluarganya masing-masing setelah dilakukan interogasi dan pendataan identitas guna dilakukan pembinaan. Sebab, hasil pemeriksaan sementara tidak ada yang terindikasi melakukan tindak pidana, sehingga setelah membuat surat pernyataan mereka dipulangkan ke keluarganya masing-masing.“Kita data dan diberikan pemahaman, setelah itu kita suruh pulang lagi. Hal ini menindaklanjuti laporan warga, dengan maraknya pengamen dan gepeng yang cukup meresahkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, giat operasi premanisme di lakukan beberap titik yang di anggap vital potensial anak-anak remaja nongkrong. “Seperti di Alun-alun, Terminal dan simpang lima,” ujarnya.

Dijelaskan, razia yang dilakukan kepada pelaku aksi premanisme ini bertujuan mengantisipasi dari copet, jambret, begal, bajing loncat, penodongan, hinotis /gendam, pemberian minuman yang menyebabkan korban pingsan.
Menurutnya razia penyakit masyarakat (pekat) dan premanisme yang dilakukan adalah sebagai langkah Polres Grobogan di bulan ramadhan agar tertib dan kondusif, dan tidak ada aktifitas-aktifitas yang melanggar norma dan aturan. “Tidak ada tebang pilih dalam kegiatan ini, siapapun yang melanggar aturan dan norma akan kita proses,” tambahnya.

Untuk kepentingan penyidikan, kesepuluh orang digiring petugas ke mapolsek Purwodadi  untuk di periksa lebih lanjut. “Tidak lain hanya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, pemudik, utamanya di tempat-tempat fasilitas umum seperti terminal, station serta antisipasi terjadinya Laka lantas dan tawuran,” jelasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel