Uji Kelayakan Pegang Senjata Api, Ratusan Polisi Dites Psikologi


PURWODADI- Seorang polisi tidak serta merta bebas menggunakan senjata api. Mereka harus mengikuti tes psikologi terlebih dahulu jika ingin mempergunakan senjata api. Sebanyak 116 anggota polisi di jajaran Polres Grobogan mengikuti tes psikologi kepemilikan senjata api (senpi) yang digelar polres setempat, Selasa (11/07/2017) di ruangan kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP 3 ) Purwodadi.

Tes ini berlaku untuk semua anggota Polres Grobogan, mulai dari yang berpangkat Brigadir hingga Ajun Komisaris Polisi. Mereka menjalani berbagai tes dalam lembar monitoring perilaku anggota, dengan berbagai kategori soal yang diberikan. “Tes ini kami lakukan agar senjata api yang mereka pegang digunakan sebagaimana mestinya. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, ini dilakukan agar pengawasan tes psikologi lebih teliti lagi,” kata Kapolres Grobogan melalui Kepala Bagian Sumber Daya Komisaris Polisi Budi Yuwono.

Menurutnya, tes psikologi kepemilikan senjata api itu biasa dilakukan setiap tahun. "Mereka yang mengikuti tes kali ini yang sudah habis masa kepemilikannya, sehingga perlu memperpanjang lagi dengan mengikuti tes psikologi seperti ini," katanya.

Tes ini digelar oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Grobogan bersama Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah. Kompol Budi Yuwono mengemukakan, tes psikologi sebagai kontrol dalam mengetahui layak atau tidak seorang anggota Polri memegang senjata api. Sebab, tidak semua anggota yang sudah mengikuti tes psikologi dan lulus berhak memegang senjata api. ”Namun, juga ditentukan dari hasil penilaian mental kepribadian dan emosi sehari-hari. Enam Bulan Tes psikologi tersebut rutin dilakukan enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi kejiwaan, sekaligus kemampuan anggota Polri,” paparnya.

Ditambahkan, dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007, anggota Polri yang memegang senjata api, sesuai dengan hasil psikotes harus memiliki kriteria meliputi penyesuaian dan penguasaan diri, pengendalian emosi, serta daya tahan pikiran dan stres atau kematangan mental. Selain di uji secara psikis, para anggota juga akan dinilai layak, atau tidaknya memegang senjata dalam tugasnya nanti. "Tes psikologi ini juga untuk mengetahui tingkat kerawanan anggota dalam menggunakan senjata api nantinya," ujarnya.

Menurutnya, kriteria anggota polisi yang tidak berhak memegang senjata api di antaranya, sedang dalam masalah keluarga, memiliki penyakit kronis, malas bertugas, dan mengalami gangguan kejiwaan, atau sedang depresi.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel