Butuh 176 M Untuk Bangun Seluruh Jembatan di Grobogan


GROBOGAN – Kendala dana menjadi salah satu permasalahan realisasi pembangunan jembatan di wilayah kabupaten Grobogan. Demikian diungkapkan Kadinas PUPR Grobogan Subiyono. Dari pendataan lapangan yang dilakukan, kebutuhan jembatan mencapai 163 titik. Banyaknya kebutuhan itu disebabkan wilayah Grobogan memiliki sekitar 200 sungai. Baik sungai besar yang melintasi antar kabupaten, sungai antar kecamatan dan anakan sungai. “Kita butuh163 jembatan, yakni 150 jembatan kecil dan sedang, 8 jembatan gantung, dan  5 jembatan permanen,” tuturnya.

Menurutnya, pembangunan ini disesuaikan dengan kondisi sungai yang akan dibuatkan jembatan di atasnya. Untuk pembangunan jembatan kecil dan sedang membutuhkan dana sekitar Rp 500 sampai Rp 700 juta per titik. Kemudian anggaran untuk membangun jembatan permanen per titik sekitar Rp 7 miliar. “Kalau pembangunan jembatan gantung butuh dana sekitar Rp 5 miliar per titik. Total pembangunan semua jembatan sekitar Rp 176 miliar,” jelasnya.

Saat ini pemkab Grobogan masih memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan. Untuk tahun 2017, pihaknya telah menganggarkan sekitar 400 M. Namun utuk tahun ini, pihaknya memperbaiki dua jembatan permanen yang jadi akses pengubung antar kecamatan di Kecamatan Godong dan Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus yang dianggarkan Rp 7 miliar.
Menurutnya, pembangunan jembatan dipilih berdasarkan kebutuhan paling mendesak. Jika memang mengalami kerusakan cukup parah dan butuh penanganan, maka lebih diprioritaskan. “Kalau memang kita tidak mampu, kita ajukan proposal bantuan pada Pemprov dan Kementerian PUPR,” jelasnya.
Belum dibangunnya jembatan yang dibutuhkan warga, biasanya warga dengan swadaya membangun jembatan seadanya dari bahan kayu maupun bambu. Ada juga yang memanfaatkan perahu atau rakit untuk menyeberangi sungai. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel