Puluhan Pramuka Bantu Korban Angin Puting Beliung

BANTU WARGA: Pasca terjadinya angin puting beliung yang menerjang di Desa Boloh dan Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kamis(9/11),  puluhan Pramuka Peduli Pramuka Kwaran Toroh turun ke lapangan untuk membantu warga, Jumat(10/11).

TOROH- Pasca terjadinya angin puting beliung yang menerjang di Desa Boloh dan Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kamis(9/11),  puluhan Pramuka Peduli Pramuka Kwaran Toroh turun ke lapangan untuk membantu warga, Jumat(10/11). Mereka membantu menyingkirkan dahan-dahan pohon yang tumbang serta memperbaiki kembali rumah warga yang rusak akibat bencana angin puting beliung.

Kedua wilayah tersebut  porak- poranda setelah angin puting beliung datang bersamaan dengan hujan lebat menjelang maghrib, kemarin. Ratusan rumah di kedua desa mengalami kerusakan yang berbeda akibat  tertimpa pohon maupun genting yang beterbangan akibat disapu angin. “Banyak sekali pohon yang tumbang. Begitu juga dengan rumah warga, banyak yang rusak akibat diterjang aingin,” ungkap Dwi, warga Desa Boloh.

Pramuka Peduli Kwaran Toroh bersama warga  membenahi rumah warga yang rusak dan membersihkan lingkungan dari pepohonan yang tumbang. “Adik-adik membantu  menyingkirkan pohon yang tumbang, baik yang menghadang jalan maupun menimpa rumah warga. Sebenarnya dibutuhkan alat berat untuk memotong pohon-pohon yang roboh tersebut,” jelas Widji Astutik, Ka Kwaran Toroh usai memberikan arahan kepada anggotanya.

BANTU WARGA: Pramuka Peduli Pramuka Kwaran Toroh singkirkan dahan-dahan pohon yang melintang di jalan.


Widji Astuti menambahkan, meski  tidak dapat mengatasi secara keseluruhan, namun kehadiran Pramuka Peduli Pramuka Kwaran Toroh paling tidak mampu meringankan beban warga yang terkena musibah. “Hampir semua warga  terkena dampak angin tersebut, sehingga nyaris tidak dapat saling membantu. Kedatangan adik -adik pramuka semoga bisa sedikit  meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” ungkapnya.


Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun warga perlu tetap waspada menghadapi musim pancaroba, karena sering terjadi bencana angin puting beliung. “Warga harus tetap waspada karena angin semacam ini kerap terjadi pada musim pancaroba,” pungkas Widji. (RE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel