-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Air Terjun Gulingan, Permata Kendeng Utara

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Air Terjun Gulingan, Permata Kendeng Utara



Grobogan, Grobogantoday.com  - Saat berkunjung ke Kabupaten Grobogan, tempat yang satu ini perlu anda kunjungi. Yakni  air terjun Gulingan. Salah satu obyek wisata yang saat ini mulai booming di Kabupaten Grobogan. Tempat ini baru dikenal publik sekitar pertengahan Maret 2015. Wisata alam ini mulai diketahui warga Grobogan, khususnya para kawula muda yang suka berpetualang. Tak hanya kawula muda untuk saat ini para orang tua bersama keluarga dan buah hati juga mulai menyukai wisata alam disela-sela kesibukan mereka bekerja sehari-hari. 

Air Terjun Gulingan Terletak di Dusun Sandi, Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Wisata ini menawarkan eksotisme alam yang alami. Untuk  menuju lokasi wisata ini harus menempuh jarak sekitar 15km dari Kota Purwodadi. Sepeda motor maupun kendaraan pribadi bisa sampai di lokasi parkir yang disediakan pengelola. Sebelum anda sampai ke airterjun, anda harus berjalan kaki kurang lebih 700 meter . Kedepannya wisata ini diharapkan bisa diperbaiki dalam akses menuju lokasi maupun fasilitas yang ada disekitar lokasi. Sangat disayangkan apabila destinasi wisata yang unik nan eksotis ini dianak tirikan begitu saja.



Dengan kemajuan teknologi khususnya pada informasi dunia internet dalam hal jejaring sosial. Wisata Air Terjun Gulingan perlahan mulai pasti akan dikenali oleh pihak dinas pariwisata dan masyarakat Grobogan pada umumnya. Dengan setiap pengunjung dari sana mendokumentasikan travellingnya dengan berfoto kemudian mengunggah ke jejaring sosial, maka tak dapat dipungkiri itulah bukti atau fakta nyata keindahan alam tersembunyi yang bisa di lihat oleh pengguna internet. Wisata Air Terjun Gulingan dikelilingi dengan tebing terdapat tiga air terjun yang mengalir sangat deras dan bergabung menjadi satu bermuara pada kolam besar yang terus mengalir.

Wisata Air Terjun Gulingan saat ini di kelola oleh Karang Taruna dan warga setempat, Ketua Karang Taruna dan warga setempat yang mengatakan, bahwa air terjun itu sudah ada sejak dulu. Namun, baru ramai sekitar setengah tahun ini. Wisatawan mulai berdatangan dari berbagai kota setelah banyak tahu keindahan air terjun yang masih alami.”Pengunjung banyak datang kesini karena menyukai air terjun masih alami dan ada tiga air terjun sekaligus.Yang kesini tidak hanya warga Grobogan saja” jelasnya.

Menurutnya setiap hari Sabtu dan Minggu pengunjung di obyek wisata ini lebih dari 200  orang. Sedangkan hari biasa pengunjung bisa mencapai 50 orang. Mayoritas pengunjung adalah anak muda dan pelajar sekolah dari dalam kota maupun luar kota.”Waktu kunjungan biasanya paling banyak pada pagi dan sore hari. Pengunjung hanya ditarik retribusi sebesar 2000 rupiah saja” imbuhnya

Intan,salah satu pengunjung dari Kabupaten Kudus yang sengaja datang ke air terjun Gulingan tahu dari informasi sosial media. Setelah dilihat dan dibuktikan sendiri dengan mendatangi lokasi, ternyata benar. Lokasi dan air terjun masih alami dan menawarkan pemandangan alam yang bagus.”Seru dan bagus pemandanganya. Selain untuk menikmati pemandangan, juga cocok untuk berfoto selfie di lokasi,” kata dia. 



Selain pemandangan bagus, kata dia pengunjung bisa menikmati kesegaran air terjun yang masih alami. Kesegaran air terjun menjadikan pengunjung belum puas jika belum basah-basahan di tempat lokasi. Tempat tersebut juga bisa digunakan untuk relaksasi air terjun yang airnya terjun langsung dari atas. ”Rasanya segar dan fresh usai basah-basahan di air terjun. Airnya jernih dan masih alami,” imbuhnya  

Pujiyanto,Ketua Komunitas Wisata Grobogan saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa saat ini belum ada sentuhan dari pihak berwenang. Ia berharap dinas terkait segera turun tangan untuk mengembangkan potensi yang ada. "Warga mengelola seadanya saja. Kedepan kami berharap pemda bisa memperbaiki akses masuk ke obyek wisata," pungkasnya.

Namun sayang, jika musim kemarau tiba, air terjun ini tak lagi menunjukkan keindahannya. Selain dimanfaatkan untuk pengairan sawah, saat musim kemarau debit air pun berkurang. “Memang kalau musim kemarau datang, airnya kering,” tambahnya. (RE)



Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post