Friday, 6 April 2018

Jika Tak Dibongkar Sendiri, Kandang Ayam di Tlogomulyo Akan Dibongkar Paksa



PURWODADI,Grobogantoday.com-  Menindaklanjuti pengaduan warga Dusun Bantengan Pilang, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug tentang adanya pembangunan peternakan ayam di tengah pemukiman, pemkab Grobogan adakan rapat koordinasi lintas sektoral di ruang rapat Wakil Bupati, Jumat(6/4/2018). Hasilnya, jika tidak dipindahkan sendiri oleh pemiliknya, peternakan tersebut akan dibongkar paksa.


Dalam rapat yang dihadiri perwakilan dari polres Grobogan, Kodim 0717 Purwodadi, Kepala DPRD Grobogan, OPD terkait dan muspika Kecamatan Gubug.tersebut tercapai keputusan untuk membongkar peternakan tersebut. Sekda Grobogan, Moch Sumarsono menjelaskan bahwa tindakan tersebut amun  melalui beberapa tahapan. Tahap pertama,  pemkab akan melakukan pendekatan kepada pengusaha peternakan agar memindahkan lokasi peternakan. Jika tidak pindah, maka bisa memberikan surat peringatan (SP) secara bertahap. “Jika sudah diberikan surat peringatan 1,2,3 tidak diindahkan, maka kita keluarkan surat rekomendasi pembongkaran,” ungkap Sekda Grobogan, Moch Sumarsono.


Kepala Dinas Peternakan dan Perikan Grobogan, Riyanto yang hadir dalam rapat koordinasi menjelaskan bahwa saat ini tidak ada satupun peternakan di Kabupaten Grobogan yang memiliki izin. Pihaknya hanya sebatas mendata peternakan yang ada. Namun selama ini, warga tidak ada yang komplain terhadap keberadaan peternakan yang ada. “Memang saat tidak ada satu pun peternakan yang memiliki ijin. Selama warga sekitar tidak ada komplain, maka peternakan tersebut akan tetap beroperasi,” katanya.

Sebelumnya, khawatir berdampak buruk, warga Dusun Bantengan Pilang, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug  tuntut pembongkaran bangunan yang akan dibuat peternakan ayam di tengah-tengah pemukiman.  Beberapa warga mendatangi Pemkab Grobogan  untuk menyampaikan keluhan mereka tersebut,Jumat (16/3/2018).


Menurut warga, pendirian peternakan tersebut sarat persoalan. Selain dianggap akan menimbulkan dampak buruk, bangunan seluas 13 meter x 20 meter milik Munaryo dan Sukuroji itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Warga jelas tidak setuju dengan adanya pembangunan  kandang ayam atau peternakan ayam itu. Selain belum memiliki IMB, jarak sebelah kiri sekitar empat meter sedang sebelah kanan berjarak kurang lebih 15 meteran," jelas Muh Zaini, salah satu warga.


Muh Zaini menambahkan, pemilik kandang cenderung hanya memikirkan keuntungan pribadi saja tanpa mau memikirkan warga sekitarnya. Terutama dampak negatif yang ditimbulkan jika kandang tersebut beroperasi. "Adanya kandang itu nanti jelas menimbulkan pencemaran lingkungan. Jangan hanya memikirkan keuntungan saja," imbuhnya.


Kadus Bantengan Pilang, Munaryono (35) menjelaskan, pembangunan peternakan ayam sempat terhenti empat bulan, namun dilanjutkan kembali oleh sang pemilik dan telah mencapai 90%. Padahak saat itu, gelombang penolakan dari masyarakat terus berlanjut.  "Bangunannya itu belum dilengkapi IPAL serta, jauh dari sungai. Limbah dan kotoran ayam akan mengganggu pernapasan warga," ujarnya.


Terkait hal tersebut, Kades Tlogomulyo, Prawoto mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan surat pengantar permohonan izin pendirian peternakan itu. Sedangkan keluarnya izin tergantung kepada warga.


Pemilik peternakan ayam, Sukuroji menanggapi persoalan tersebut dengan enteng. Menururnya, pro-kontra dalam dunia usaha sudah hal biasa. Untuk sementara waktu pihaknya akan menghentikan pembangunan, sampai izin terbit.  "Sementara pembangunanan akan saya hentikan, sambil menunggu izin keluar,’ ujarnya.


Sebelum izin keluar, Assisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo meminta pemilik kandang agar menghentikan aktifitas pembangunan peternakan dan kandang ayam tersebut. Saat ini, izin pendiriannya belum melalui proses pengkajian dari Dinas Lingkungan Hidup Grobogan. Kami mohon sebelum izin keluar, aktifitas pembangunan dihentikan dulu,” katanya. (RE)



0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com