Amblesnya Tanggul Bendung Sanggeh akan Segera Dilaporkan


PURWODADI, Grobogantoday.com - Warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan  menilai dibangunnya Bendung Sanggeh dua tahun yang lalu belum bisa memberikan manfaat maksimal bagi petani. Pasalnya, bendungan yang diharapkan bisa menjadi penyedia air bagi petani tidak mampu menyimpan air sesuai kapasitasnya. Bahkan, tanggul Bendung Sanggeh ambles sepanjang 20 meter. Hal inilah yang mendorong petani di sekitar Bendung Sanggeh melakukan aksi demo mendesak BBWS Pemali Juwana untuk melakukan pembangunan kembali. 

"Sebenarnya ini sudah dibangun dua tahun yang lalu dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 14 Milyar. Tapi bisa dilihat sendiri, belum juga musim kemarau, bendungan sudah kering. Tanah yang dipakad untuk tanggul hanya tanah liat.  Padahal sekitar 50 hektare sawah saat ini membutuhkan air, " jelas Slamet Wibowo, koordinator aksi. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto mengaku belum mendapatkan laporan terkait permasalahan tersebut. Pihaknya akan memeriksa kondisi lapangan lebih dulu untuk menindaklanjuti hal itu.

‘’Kami akan menindaklanjuti untuk memeriksa kondisi di lapangan. Sejauh ini belum ada laporan pada kami,’’ kata Edhie.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono mengatakan kewenangan pengelolaan Bendung Sanggeh berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Sementara perbaikan waduk tersebut dilakukan Kementrian PUPR.

‘’Bila mana ada permasalahan dikemudian hari dan menyangkut warga Grobogan, kami akan melaporkan itu ke pusat. Kami hanya sebatas itu, untuk menindaklanjutinya ada di BBWS dan Kementrian PUPR,’’ ujarnya.(RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel