Penutupan Kedungombo Tak Ganggu Pengunjung dan Pedagang





GROBOGAN, Grobogantoday.com - Penutupan secara permanen obyek wisata Waduk Kedungombo, sebagai wisata andalan Kabupaten Grobogan tidak akan mematikan penghasilan pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya dari keberlangsungan obyek wisata ini. Demikian diungkapkan  Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, Rubhan kepada wartawan. 


"Penutupan demi keamanan bendungan yang merupakan obyek vital. Tidak saja persawahan yang terancam kekeringan. Tapi jika ada kerusakan dampaknya bisa menimbulkan banjir di Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus dan Pati," katanya. 

Penutupan dilakukan bagi kunjungan wisatawan yang akan mengunjungi obyek wisata yang memanfaatkan badan bendung yang dibangun pada masa pemerintahan presiden Soeharto. Menurutnya, penutupan Kedungombo bukan berarti mematikan wisatanya. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Perhutani untuk melakukan pemindahan  kawasan wisata ke kawasan hutan yang merupakan tanah asli dan bukan tanah timbunan. "Pengunjung bisa menikmati wisata air di Kedungcinta. Begitu juga dengan para pedagang, bisa jualan disana, " jelasnya. 

Penutupan Waduk Kedungombo, dilakukan BBWS Pemali Juwana sejak 31 Agustus 2017 lalu. Dimana, awal penutupan dilakukan lantaran permasalahan adanya pemasukan dari parkir dan tiket masuk. (RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel