-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Kekeringan Makin Parah, 87 Desa di Grobogan Alami Kekurangan Air Bersih

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Kekeringan Makin Parah, 87 Desa di Grobogan Alami Kekurangan Air Bersih


PURWODADI, Grobogantoday.com - Kekeringan di Kabupaten Grobogan semakin meluas. Sebanyak 87 desa di 14 kecamatan tercatat telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Grobogan. Demikian diungkapkan Budi Prihantoro Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan kepada Grobogantoday.com, Senin (27/8/2018). 


"Grobogan  sudah mulai mengalami puncak kekeringan. Ini bisa dilihat dari jumlah desa yang telah mengajukan permohonan droping  air bersih. Awal bulan tercatat 82 desa di 12 kecamatan, sekarang mengalami peningkatan menjadi 87 desa di 14 kecamatan, " ungkapnya. 


Menurut Budi, beberapa camat, kesra, kades telah menghubunginya, meminta agar daerahnya segera dikirim air bersih.  Namun karena keterbatasan armada, pihaknya belum bisa memenuhi. " Armada kita jumlahnya terbatas. Dari PDAM hanya memiliki 3 armada, sedangkan BPBD hanya memiliki 1 armada saja," jelasnya. 


Semua desa yang telah mengajukan permohonan air bersih sudah terlayani. Tercatat 288 tangki telah disalurkan. "Anggaran yang tersedia sekitar 670 tangki. Kita perhitungkan untuk sebulan kedepan cukup. Jika tidak cukup, bisa minta bantuan BPBD Propinsi. SK Bupati tentang tanggap darurat kekeringan bisa menggunakan dana tak terduga," ujarnya. 


Ia berharap kepada daerah yang telah mengajukan permohonan air bersih untuk bersabar. Saat ini pihaknya menggunakan skala prioritas untuk menyalurkan bantuan air bersih. "Kami mohon perhatian untuk bersabar mengantri. Daerah sekitar hutan di daerah Kedungjati, Pulokulon, Gabus, Kradenan saat ini mengalami kekeringan paling parah. Jadi daerah khusus lebih kita prioritaskan,"  pungkas Budi. (RE) 
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post